CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Pengaruh Subtitusi Air dengan Urine Sapi Terhadap Kualitas Kompos

Oleh. Erry Budi Erthaba.

Abstract

The aim of waste (kompos) qulity will can one with substitute the waters with ow’s urine at making waste. This research pointed that for comparing the waste quality by add urine with without urine. This research execute by July until June 2007 who is place in the Villege Batu Lappa, Subdistrict Wattang pulu, Regency of Sidrap, South Sulawesi. The materials who is used is feses of cow’s urine, urine sapi, bran, rub dust, chaff lock up paddy, sugars, waters, EM-4 Effective Microorganisme-4). The tools who si using is spade, pails, hoed, plastics (bugs), gloves, pail, weighing machine, thermometer, the sets of Laboratorium’s tools for to determine the contents of carbone ( C), nitrogen (N), fosfhore (P2 O5) and rasio of C/N. The arrange of research using the randoms Arrange perfect with 3 atituted that is add urine (100% water + 0 % urine, 50% water + 50% urine and 0% water + 100% urine) and repeted again 6. The source of research poited that as very increasing the using of cow’s urine as waters substitute in the making of waste will can increase the content of carbons ( C), nitrogen (N), fosfhore (P2 O5) and also will can decrease the rasio of waste C/N.

Abstrak

Peningkatan kualitas kmpos dapt dilakukan dengan penggantian air dengan urine sapi pada pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas kompos melalui penambahan urine dengan tanpa urine. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai juli 2007 yang bertempat dikelurahan Batu lappa, Kecamatan Wattang pulu, kabupaten Sidrap, Sulawesi selatan. Bahan-bahan yang digunakan adalah feses sapi, urine sapi, dedak, abu gosok, sekam padi, gula pasir, air, EM-4 (Effective Microorganisme-4). Alat-alat yang digunakan adalah sekop, ember, cangkul, plastic (karung), kaos tangan, baskom, timbangan, thermometere, seperangkat alat-alat Laboratorium untuk penentuan kandungan karbon (C), Nitrogen (N), fosfor (P2 O5) dan C/N rasio. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu penambahan urine (100% air + 0% urine, 50% air + 50% urine dan 0% air + 100% urine) dan 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semakin meningkat penggunaan urine sapi sebagai subtitusi air dalam pembuatan kompos dapat meningkatkan kandungan karbon (C), nitrogen (N), fosfor (P2 O5) serta dapat menurungkan C/N rasio kompos.

Butuh penjelasan lebih lanjut?
Silahkan gunakan Form dibawah ini. Terima kasih















Contact Form


















Lanjut bacanya dong..Disini..

Beberapa Istilah Anatomi ternak


  • Yang berhubungan dengan kepala, leher, dan Badan
  1. Dorsal : Superior, bagian atas, bagian punggung.
  2. Ventral : Inferior, bagian bawah, bagian perut
  3. Medial : Internal, bagian tengah
  4. Lateral : external, bagian luar, samping, sisi, tepi
  5. Cranial : Mendekati kepala
  6. Caudal : Mendekati ekor
  7. Oral : mendekati mulut
  8. Aboral : menjauhi mulut
  9. Anterior : bagian depan
  10. Posterior : bagian belakang
  • Yang berhubungan dengan anggota badan

  1. Proximal : Superior, Mendekati badan (Ke atas)
  2. Distal : Inferior, Menjauhi badan, menuju kaki
  3. Dorsal : bagian muka kaki depan
  4. Voral : bagian belakang kaki depan
  5. Plantar : bagian belakang kaki belakang

  • Yang berhubungan dengan tofografi tulang

  1. Tuberculum : Benjolan kecil
  2. Processus : Tonjolan, penjuluran (besar)
  3. Alae : Tonjolan, Penjuluran (kecil) terdapat pada os atlas
  4. Spina : tajuk, duri
  5. Crista : rigi
  6. Linea : garis
  7. Caput : Kepala
  8. Collum : Leher
  9. Margo : tepi, pinggir, sisi
  10. Condylus : Bonggol
  11. Cavitas/cavum : Cekungan, Lubang, rongga
  12. Acetabulum : Mangkuk, Lekuk (sendi)
  13. Facies : permukaaan
  14. Fossa : lekuk yang besar (dalam)
  15. Fovea : Celah
  16. Articulatio : Persendian, Pertemuan dua tulang yang bergerak
  17. Foramen : Lubang, celah, liang
  18. Canal : saluran
  19. Fissura : celah belahan
  20. Sulcus : Alur
  21. Nocta : Titik, lekuk yang tajam (insisura)
  22. Sutura : Pertautan dua tulang yang tidak bergerak
  23. Sinus : Rongga udara yang bertempat di dalam tulang atau antara tulang
  24. Columna : Batangan, susunan
  25. Superficial : bagian lapisan sebelah atas
  26. Profundus : Bagian permukaan lapisan sebelah bawah.
  27. Angulus : Suatu sudut
  28. Meatus : Sekat antara dua bagian
  29. Tuberositas : tonjolan yang agak besar
Butuh Penjelasan lebih lanjut mengenai tulisan ini.
Silahkan isi form dibawah ini. Terima kasih














Contact Form


















Lanjut bacanya dong..Disini..

Standar Mutu Produk Sapi Bali

Untuk menjamin mutu produk yang sesuai dengan permintaan konsumen, diperlukan bibit ternak yang bermutu, sesuai dengan persyaratan teknis minimal setiap bibit sapi potong sebagai berikut:


a. Persyaratan umum:

a) sapi bibit harus sehat dan bebas dari segala cacat fisik seperti cacat mata (kebutaan), tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya;

b) semua sapi bibit betina harus bebas dari cacat alat reproduksi, abnormal ambing serta tidak menunjukkan gejala kemandulan;

c) sapi bibit jantan harus siap sebagai pejantan serta tidak menderita cacat pada alat kelaminnya.

b. Persyaratan khusus:

Persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk masing-masing rumpun sapi yaitu sebagai berikut:

Sapi

A. Kualitatif

Betina:

  • Warna bulu merah;
  • Lutut ke bawah berwarna putih;
  • Pantat warna putih berbentuk setengah bulan;
  • Ujung ekor berwarna hitam;
  • Garis belut warna hitam di punggung;
  • Tanduk pendek dan kecil;
  • Bentuk kepala panjang dan sempit;
  • Leher ramping.

Jantan:

  • Warna bulu hitam;
  • Lutut ke bawah berwarna putih;
  • Pantat putih berbentuk setengah bulan;
  • Ujung ekor hitam;
  • Tanduk tumbuh baik warna hitam;
  • Bentuk kepala lebar;
  • Leher kuat

B. Kuantitatif

Betina umur 18-24 bulan

Tinggi gumba:

  • Kelas I minimal 105 cm;
  • Kelas II minimal 97 cm;
  • Kelas III minimal 94 cm.

Panjang Badan:

  • Kelas I minimal 104 cm;
  • Kelas II minimal 93 cm;
  • Kelas III minimal 89 cm.

Jantan umur 24-36 bulan

Tinggi gumba:

  • Kelas I minimal 119 cm;
  • Kelas II minimal 111 cm;
  • Kelas III minimal 108 cm.

Panjang badan:

  • Kelas I minimal 121 cm;
  • Kelas II minimal 110 cm;
  • Kelas III minimal 106 cm

Lanjut bacanya dong..Disini..

Respon Sapi Brahman Cross Terhadap Perlakuan Sinkronisasi Birahi dan Super Ovulasi.

Respon Sapi Brahman Cross Terhadap Perlakuan Sinkronisasi Birahi dan Super Ovulasi.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

1. Respon Sapi Brahman Cross yang diInseminasi dengan sperma X dan Y terhadap perlakuan Sinkronisasi Birahi dan Super Ovulasi tidak berbeda nyata. Masing-masing donor memperlihatkan gejala-gejala birahi yang sama serta responsive terhadap perlakuan.

2. Embrio yang dihasilkan dari masing-masing donor berbeda nyata, dimana sapi Brahman Cross yang diInseminasi dengan sperma X menghasilkan 11 embrio sedangkan yang diInseminasi dengan sperma Y menghasilkan 3 embrio.

3. Kualitas dan kuantitas embrio sapi Brahman Cross donor baik yang diInseminasi dengan sperma X maupun sperma Y adalah baik.

Saran

1. Sebaiknya keunggulan dan seleksi dari calon donor yang akan digunakan perlu diperhatikan untuk memperoleh embrio dengan kualitas layak transfer dalam jumlah yang lebih banyak.


Butuh penjelasan lebih lanjut tentang tulisan ini?
Silahkan isi Form dibawah ini. Terima kasih














Contact Form

















Lanjut bacanya dong..Disini..